Di balik Kesulitan Ada Kemudahan.
Bukankah sudah kulapangkan dadamu, kuturunkan beban berat
dipundakmu, dan kumuliakan namamu? Sungguh, bersama kesulitan selalu ada
kemudahan. Bersama kesulitan, benar-benar selalu ada kemudahan. Jika
telah selesai dengan satu pekerjaan, bersiaplah pada pekerjaan
selanjutnya. Dan, kepada Tuhanmu semata hendaknya kau berharap
(al-Insyirah: 1-8).
Ayat “bersama kesulitan selalu ada kemudahan” bisa pula dipahami “kebahagiaan selalu ada bersama penderitaan”.
Mengapa dalam ayat tersebut, Allah mendahulukan kesulitan atau
penderitaan ketimbang kemudahan atau kebahagiaan? Apa yang bisa kita
pelajari dari penempatan seperti itu?
Barangkali sudah menjadi
karakter kebanyakan manusia, kita cenderung lebih memperhatikan
penderitaan ketimbang kebahagiaan, something wrong lebih mengalihkan
perhatian daripada something right. Dalam bahasa bisnis media massa: bad
news is good news. Sebuah gigi yang sakit akan lebih diperhatikan
daripada sekian gigi yang sehat. Satu anggota badan yang sakit akan
lebih menyita perhatian daripada anggota-anggota
badan lain yang tak sakit. Bisa disebutkan sekian contoh bagaimana kita
pernah mengalami penderitaan dan kesulitan. Begitu menyita perhatian,
terkadang penderitaan dan kesulitan membuat orang berputus asa, merasa
hidupnya sempit dan buntu.
Dengan ayat itu, Allah hendak
mengatakan bahwa kesulitan tak berdiri sendiri. Ia selalu berdampingan
dengan kemudahan. Bahkan, Allah perlu mengatakan itu dengan
kalimat-kalimat penegasan.
Dalam redaksi ayatnya, kita lihat ada dua tanda penegasan: pertama kata
Inna yang diartikan sungguh atau benar-benar. Yang kedua adalah
pengulangan kalimat bersama kesulitan akan ada kemudahan. Penegasan itu
meyakinkan agar seseorang selalu optimis dan tak sepatutnya larut dalam
duka
musibah dan bencana.
Surat alam nasyrah ini juga
disebut dengan al-Insyirah, yang berarti kelapangan hati atau
kebahagiaan. Orang bahagia itu berhati lapang, sebab beban-beban di
hatinya telah hilang.
Salam Hangat, Bidang Intelektual Komunitas Pemuda Nusantara.
0 komentar
Posting Komentar