Sabtu, 02 April 2016

Sruput Makna: Berkawan dengan Kesulitan

Di balik Kesulitan Ada Kemudahan.

Bukankah sudah kulapangkan dadamu, kuturunkan beban berat dipundakmu, dan kumuliakan namamu? Sungguh, bersama kesulitan selalu ada kemudahan. Bersama kesulitan, benar-benar selalu ada kemudahan. Jika telah selesai dengan satu pekerjaan, bersiaplah pada pekerjaan selanjutnya. Dan, kepada Tuhanmu semata hendaknya kau berharap (al-Insyirah: 1-8).

Ayat “bersama kesulitan selalu ada kemudahan” bisa pula dipahami “kebahagiaan selalu ada bersama penderitaan”.

Mengapa dalam ayat tersebut, Allah mendahulukan kesulitan atau penderitaan ketimbang kemudahan atau kebahagiaan? Apa yang bisa kita pelajari dari penempatan seperti itu?
Barangkali sudah menjadi karakter kebanyakan manusia, kita cenderung lebih memperhatikan penderitaan ketimbang kebahagiaan, something wrong lebih mengalihkan perhatian daripada something right. Dalam bahasa bisnis media massa: bad news is good news. Sebuah gigi yang sakit akan lebih diperhatikan daripada sekian gigi yang sehat. Satu anggota badan yang sakit akan lebih menyita perhatian daripada anggota-anggota badan lain yang tak sakit. Bisa disebutkan sekian contoh bagaimana kita pernah mengalami penderitaan dan kesulitan. Begitu menyita perhatian, terkadang penderitaan dan kesulitan membuat orang berputus asa, merasa hidupnya sempit dan buntu.

Dengan ayat itu, Allah hendak mengatakan bahwa kesulitan tak berdiri sendiri. Ia selalu berdampingan dengan kemudahan. Bahkan, Allah perlu mengatakan itu dengan kalimat-kalimat penegasan. Dalam redaksi ayatnya, kita lihat ada dua tanda penegasan: pertama kata Inna yang diartikan sungguh atau benar-benar. Yang kedua adalah pengulangan kalimat bersama kesulitan akan ada kemudahan. Penegasan itu meyakinkan agar seseorang selalu optimis dan tak sepatutnya larut dalam duka
musibah dan bencana.

Surat alam nasyrah ini juga disebut dengan al-Insyirah, yang berarti kelapangan hati atau kebahagiaan. Orang bahagia itu berhati lapang, sebab beban-beban di hatinya telah hilang.
Salam Hangat, Bidang Intelektual Komunitas Pemuda Nusantara.

0 komentar

Posting Komentar