Salah satu
program rutin devisi sosial PENA adalah Sowan Pemuda. Sowan Pemuda adalah
kegiatan kunjungan ke berbagai tokoh atau komunitas yang memiliki visi dan misi
yang senada dengan komunitas PENA untuk membangun sinergitas dan saling berbagi
pengalaman. Pada hari Jum’at, 26 Maret 2016 pukul 10.30 sampai 14.30 WIB
diadakan kunjungan ke komunitas CCE (Charity of Children Education). Sowan kali
ini dilakukan oleh duta Mahdi, Bagir, Ahmed, Afendi, Ain, Bela, Mela,
Zainab dan Nadhira. Dalam kegiatan sowan ini, para duta bertemu dengan para volunteer
komunitas CCE, diantaranya Kak Dwi, Kak Risma, Kak Dewi, dll.
Komunitas CCE
adalah sebuah komunitas yang terdiri dari mahasiswa yang berasal dari berbagai
universitas di Jabodetabek yang peduli terhadap pendidikan anak-anak kurang
mampu. Komunitas ini terbentuk pada tahun 2012, berawal dari kepedulian para
mahasiswa yang terbentuk dalam komunitas entrepreneur yang ingin membeli
botol bekas ke kampung pemulung di daerah Kebagusan, Jakarta Selatan. Niat
mereka yang hanya ingin membeli botol bekas berubah menjadi gerakan sosial
untuk membantu permasalahan pendidikan di kampung pemulung tersebut. Kepedulian
mereka muncul ketika mendatangi langsung perkampungan tersebut. Disana mereka
“dicurhati” oleh warga sekitar tentang anak-anak mereka yang banyak putus
sekolah, dan sulit mengenyam pendidikan.
Di tahun ini,
komunitas CCE di daerah Kebagusan ini sudah memiliki sekitar 30 adik asuh dari
usia 4-15 tahun. Mereka memiliki sebuah basecamp tempat menyimpan barang-barang
dan buku-buku serta satu petak ruangan yang dijadikan sebagai aula. Selain
kelas belajar di Kebagusan, mereka juga memiliki kelas cabang di daerah lain,
seperti Pejaten, Cilandak dan Jatayu. Tujuan kegiatan Sowan Pemuda sendiri
yaitu membangun relasi serta belajar dari pengalaman target. Kami pun mendapat
banyak pelajaran tentang bagaimana membangun sebuah gerakan peduli pendidikan
seperti yang dilakukan oleh komunitas ini.
![]() |
| Foto bersama dengan Komunitas CCE (dok.Pena) |
Cinderamata yang
kami berikan adalah sebuah sebuah poster bertuliskan kalimat sederhana dari
Malala Yousafzai, peraih nobel perdamaian termuda. “With guns, you can kill
terorists. With education, you can kill terorism.” Kalimat ini menyatakan
betapa pentingnya pendidikan bagi umat manusia. Beruntunglah bagi kita yang
masih bisa mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi. Dan merupakan tanggung
jawab kita untuk saling bahu membahu mewujudkan pendidikan yang layak bagi
setiap anak bangsa.
Dari kunjungan
ke komunitas ini, para duta PENA belajar banyak hal. Seperti yang dikatakan
oleh kakak-kakak asuh CCE, “ada suka-dukanya”. Ruang belajar yang diterjang
banjir, bahkan digusur pun sudah pernah mereka rasakan selama ini. Namun hal
itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus mengulur tangan. “Anak-anak
pemulung itu adalah adik-adik kita” itulah motivasi yang tersimpan dibalik
kegigihan mereka sampai saat ini. Selain itu, dengan berinteraksi langsung di
lingkungan “kumuh” tersebut, jiwa kita menjadi jiwa yang menghargai setiap hal yang
kita miliki, baik makanan, rumah, apalagi pendidikan.
Selain mendapat
pengalaman dari komunitas CCE, para duta juga berharap dapat bekerjasama di
lain kesempatan. Seperti jika PENA ingin mengadakan kegiatan sosial bisa
mengundang kakak asuh CCE untuk berpartisipasi, begitu pun sebaliknya. Semoga
komunitas ini dapat menjadi inspirasi bagi para duta untuk bergerak membantu
sesama. [Bbd/12]


0 komentar
Posting Komentar