Minggu, 30 Oktober 2016

AL-MAHDI Sang Juru Selamat

 
Pada dasarnya, salah satu faktor seseorang butuh akan adanya juru selamat adalah fitrah. Menurut Murtadha Muthahari fitrah merupakan sesuatu yang ada pada setiap diri manusia, berkembang tanpa proses belajar dan ada disetiap zaman. Misalnya, ketika seseorang melihat keindahan, dia akan merasa senang, hal itu dirasakan oleh setiap orang yang hidup di manapun asalkan fitrahnya belum mengalami kerusakan.

Manusia dengan fitrahnya yang utuh akan selalu mencintai keindahan, kenyamanan, ketentraman. Hal itu kemudian mendorongnya untuk mencari seseorang yang dianggap bisa menjadikan bumi ini tenteram dari para pendzalim, yang kemudian disebut dengan juru selamat, dan dalam agama Islam dikenal dengan sebutan Al-Mahdi. 

Berbicara mengenai juru selamat, hal ini tidak akan terlepas dari pro dan kontra. kaum Modernis berpandangan bahwa yang disebut dengan Al-Mahdi, bukanlah sesosok manusia melainkan adalah sebuah sistem, yang mana keadaan didalamnya diberlakukan sistem keadilan dan tidak ada lagi kedzaliman. Namun, pandangan tersebut justru melahirkan kritikan bagi mereka sendiri, yaitu bagaimana mungkin sebuah sistem yang “baik” bisa berjalan tanpa seorang pemimpin yang baik? .
Dari sisi “keberadaannya” sebagai seorang juru selamat, semua madzhab dalam Islam meyakini keberadaan Al-Mahdi, baik Ahlussunnah maupun syiah. Akan tetapi, sebagian madzhab meyakini bahwa Al-Mahdi masih dalam keadaan ghaib. Mengapa? hal ini dikarenakan umat belum siap akan kemunculannya.

Kedatangan Al-Mahdi merupakan kehadiran yang sudah dipersiapkan oleh Allah dengan segala kesempurnaan yang dimilikinya termasuk sistem yang akan dibawanya. Seperti halnya salah satu teori filsafat yang mengatakan bahwa sebab yang tidak sempurna tidak akan memunculkan akibat yang sempurna.Oleh karena itu, dibutuhkan umat yang sempurna, yang memang sepenuhnya siap untuk menyambut kedatangannya.

Ayyatullah Ibrahim Amini berkata : Terkadang Matahari tidak secara langsung menyinari dunia, karena terhalangi oleh awan. Tapi apakah kemudian matahari tidak memberikan manfaatnya? Tidak! dia akan tetap memberikan manfaatnya, begitupun sang imam, Walaupun secara dzahir tidak terlihat namun kita akan tetap mendapatkan manfaat dari keghaibannya.

Salah satu hikmah dibalik kegaiban sang Juru selamat, yaitu dengan menantikan kedatangannya, kita akan selalu mempunyai rasa optimis karena merasa terpimpin dan akan menuju pada suatu masa yang mana kala itu tidak ada lagi kezaliman dan dunia berada titik puncak “kesempurnaannya”.
Maka, bukan pertanyaan “Kapan Al-Mahdi akan datang?” tapi “Sudah sejauh mana kita mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangannya?”.

Pemateri: Dr. Khalid al-Walid

0 komentar

Posting Komentar