Pada dasarnya, salah satu faktor seseorang butuh akan adanya juru
selamat adalah fitrah. Menurut Murtadha Muthahari fitrah merupakan
sesuatu yang ada pada setiap diri manusia, berkembang tanpa proses
belajar dan ada disetiap zaman. Misalnya, ketika seseorang melihat
keindahan, dia akan merasa senang, hal itu dirasakan oleh setiap orang
yang hidup di manapun asalkan fitrahnya belum mengalami kerusakan.
Manusia dengan fitrahnya yang utuh akan selalu mencintai
keindahan, kenyamanan, ketentraman. Hal itu kemudian mendorongnya untuk
mencari seseorang yang dianggap bisa menjadikan bumi ini tenteram dari
para pendzalim, yang kemudian disebut dengan juru selamat, dan dalam
agama Islam dikenal dengan sebutan Al-Mahdi.
Berbicara mengenai juru selamat, hal ini tidak akan terlepas dari pro
dan kontra. kaum Modernis berpandangan bahwa yang disebut dengan
Al-Mahdi, bukanlah sesosok manusia melainkan adalah sebuah sistem, yang
mana keadaan didalamnya diberlakukan sistem keadilan dan tidak ada lagi
kedzaliman. Namun, pandangan tersebut justru melahirkan kritikan bagi
mereka sendiri, yaitu bagaimana mungkin sebuah sistem yang “baik” bisa
berjalan tanpa seorang pemimpin yang baik? .
Dari sisi
“keberadaannya” sebagai seorang juru selamat, semua madzhab dalam Islam
meyakini keberadaan Al-Mahdi, baik Ahlussunnah maupun syiah. Akan
tetapi, sebagian madzhab meyakini bahwa Al-Mahdi masih dalam keadaan
ghaib. Mengapa? hal ini dikarenakan umat belum siap akan kemunculannya.
Kedatangan Al-Mahdi merupakan kehadiran yang sudah dipersiapkan oleh
Allah dengan segala kesempurnaan yang dimilikinya termasuk sistem yang
akan dibawanya. Seperti halnya salah satu teori filsafat yang mengatakan
bahwa sebab yang tidak sempurna tidak akan memunculkan akibat yang
sempurna.Oleh karena itu, dibutuhkan umat yang sempurna, yang memang
sepenuhnya siap untuk menyambut kedatangannya.
Ayyatullah
Ibrahim Amini berkata : Terkadang Matahari tidak secara langsung
menyinari dunia, karena terhalangi oleh awan. Tapi apakah kemudian
matahari tidak memberikan manfaatnya? Tidak! dia akan tetap memberikan
manfaatnya, begitupun sang imam, Walaupun secara dzahir tidak terlihat
namun kita akan tetap mendapatkan manfaat dari keghaibannya.
Salah satu hikmah dibalik kegaiban sang Juru selamat, yaitu dengan
menantikan kedatangannya, kita akan selalu mempunyai rasa optimis karena
merasa terpimpin dan akan menuju pada suatu masa yang mana kala itu
tidak ada lagi kezaliman dan dunia berada titik puncak
“kesempurnaannya”.
Maka, bukan pertanyaan “Kapan Al-Mahdi akan
datang?” tapi “Sudah sejauh mana kita mempersiapkan diri untuk menyambut
kedatangannya?”.
Pemateri: Dr. Khalid al-Walid
Pemateri: Dr. Khalid al-Walid

0 komentar
Posting Komentar