About Us

Pena adalah singkatan dari Pemuda Nusantara. Komunitas ini dibentuk pada tahun 2014. Pemuda Nusantara adalah komunitas pemuda yang bergerak di bidang intelektual, keagamaan dan sosial.

Anniversary

Semarakkan Perayaan Hari Ulang Tahun Komunitas Pemuda Nusantara yang pertama!!! Mari hadiri Perayaan Ulang Tahun Komunitas Pemuda Nusantara (PENA).

The Green Patriot

The Green Patriot adalah kegiatan penghijauan yang diprakarsai oleh divisi sosial Pemuda Nusantara.

Berkawan Dengan Kesulitan

Di Balik Kesulitan Ada Kemudahan Bukankah sudah kulapangkan dadamu, kuturunkan beban berat dipundakmu, dan kumuliakan namamu? Sungguh, bersama kesulitan selalu ada kemudahan.

Featured 5

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Minggu, 30 Oktober 2016

AL-MAHDI Sang Juru Selamat

 
Pada dasarnya, salah satu faktor seseorang butuh akan adanya juru selamat adalah fitrah. Menurut Murtadha Muthahari fitrah merupakan sesuatu yang ada pada setiap diri manusia, berkembang tanpa proses belajar dan ada disetiap zaman. Misalnya, ketika seseorang melihat keindahan, dia akan merasa senang, hal itu dirasakan oleh setiap orang yang hidup di manapun asalkan fitrahnya belum mengalami kerusakan.

Manusia dengan fitrahnya yang utuh akan selalu mencintai keindahan, kenyamanan, ketentraman. Hal itu kemudian mendorongnya untuk mencari seseorang yang dianggap bisa menjadikan bumi ini tenteram dari para pendzalim, yang kemudian disebut dengan juru selamat, dan dalam agama Islam dikenal dengan sebutan Al-Mahdi. 

Berbicara mengenai juru selamat, hal ini tidak akan terlepas dari pro dan kontra. kaum Modernis berpandangan bahwa yang disebut dengan Al-Mahdi, bukanlah sesosok manusia melainkan adalah sebuah sistem, yang mana keadaan didalamnya diberlakukan sistem keadilan dan tidak ada lagi kedzaliman. Namun, pandangan tersebut justru melahirkan kritikan bagi mereka sendiri, yaitu bagaimana mungkin sebuah sistem yang “baik” bisa berjalan tanpa seorang pemimpin yang baik? .
Dari sisi “keberadaannya” sebagai seorang juru selamat, semua madzhab dalam Islam meyakini keberadaan Al-Mahdi, baik Ahlussunnah maupun syiah. Akan tetapi, sebagian madzhab meyakini bahwa Al-Mahdi masih dalam keadaan ghaib. Mengapa? hal ini dikarenakan umat belum siap akan kemunculannya.

Kedatangan Al-Mahdi merupakan kehadiran yang sudah dipersiapkan oleh Allah dengan segala kesempurnaan yang dimilikinya termasuk sistem yang akan dibawanya. Seperti halnya salah satu teori filsafat yang mengatakan bahwa sebab yang tidak sempurna tidak akan memunculkan akibat yang sempurna.Oleh karena itu, dibutuhkan umat yang sempurna, yang memang sepenuhnya siap untuk menyambut kedatangannya.

Ayyatullah Ibrahim Amini berkata : Terkadang Matahari tidak secara langsung menyinari dunia, karena terhalangi oleh awan. Tapi apakah kemudian matahari tidak memberikan manfaatnya? Tidak! dia akan tetap memberikan manfaatnya, begitupun sang imam, Walaupun secara dzahir tidak terlihat namun kita akan tetap mendapatkan manfaat dari keghaibannya.

Salah satu hikmah dibalik kegaiban sang Juru selamat, yaitu dengan menantikan kedatangannya, kita akan selalu mempunyai rasa optimis karena merasa terpimpin dan akan menuju pada suatu masa yang mana kala itu tidak ada lagi kezaliman dan dunia berada titik puncak “kesempurnaannya”.
Maka, bukan pertanyaan “Kapan Al-Mahdi akan datang?” tapi “Sudah sejauh mana kita mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangannya?”.

Pemateri: Dr. Khalid al-Walid

Jumat, 21 Oktober 2016

Penyempurna agama Muhammad


Yaa Imam Husain..

Telah kau sempurnahkan agama Kakek mu( Muhammad)
Tetesan darah mu menembus cakrawala
Alam semesta merintih, menjerit, merontak
Menyaksikan terpenggalnya kepala mu..
Pedang yang menyayat mu menangis pilu
Tombak yang tertancap dikepalamu memberontak.


 Engkau di bunuh, tanpa melakukan dosa
 Cahaya itu menjadi pertanda kemuliaan mu
 Langit gelap itu menjadi pertanda
 Alam semesta merintih pilu menyaksikan pembantaian mu
 Dan kuda yang meratap itu menjadi pertanda, kebaikkanmu

 Tidakkah merekah sadar ?

Semesta bergetar karena kelurga kakek mu(Muhammad)
Demi keagungan keluarga Muhammad gugusan-gugusan bintang yang tertata rapih
akan berjatuhan
Dan gunung-gunung yang begitu kokoh akan hancur lebur.

Maka sesunggunhnya aku beriman kepada kakek mu Muhammad
Selalu ku hanturkan sholawat kepadanya
Jika dengan mencintai keluarga Mu adalah suatu kesalahan
Niscaya aku tak akan pernah keluar dari kesalahan itu

Yaa Imam Husain..
Dan sampaikanlah salam rinduku untuk kakek mu(Muhammad)




Duka Ashura, Duka Karbala



Malam yang sunyi, hening dengan cucuran air mata
Hati yang mengeluh, diselimuti oleh duka dan nestapa
Termenung akan cinta di dalam duka
Terasa sakit hingga ke sukma
Zainab saksikan Al-Husein menuju Karbala
Perang syahidnya khusyuk berlumuran asma-Nya
Tenang dengan hati yang ridho dan diridhoi
Bagaikan kerelaan Ibrahim atas Ismail sang nabi
Darah suci mengalir bersama ayunan tasbih
Menandakan runtuhnya pilar Allah
Bumi berkemah, karena keluarga Musthafa
Langit pun memerah saksikan syahadah putra Murtadha
Kini dunia menjadi gelap gulita
Islamku hilang ruhnya
Zaman dibungkam sejarah duka
Tragedi kejam Yazid sang durjana
Sejarah kini menggelar drama nyata
Pesta darah di hari ‘Ashura
Melukis kanvas para syuhada
Di tanah nainawa “Karbun wa Bala’