About Us

Pena adalah singkatan dari Pemuda Nusantara. Komunitas ini dibentuk pada tahun 2014. Pemuda Nusantara adalah komunitas pemuda yang bergerak di bidang intelektual, keagamaan dan sosial.

Anniversary

Semarakkan Perayaan Hari Ulang Tahun Komunitas Pemuda Nusantara yang pertama!!! Mari hadiri Perayaan Ulang Tahun Komunitas Pemuda Nusantara (PENA).

The Green Patriot

The Green Patriot adalah kegiatan penghijauan yang diprakarsai oleh divisi sosial Pemuda Nusantara.

Berkawan Dengan Kesulitan

Di Balik Kesulitan Ada Kemudahan Bukankah sudah kulapangkan dadamu, kuturunkan beban berat dipundakmu, dan kumuliakan namamu? Sungguh, bersama kesulitan selalu ada kemudahan.

Featured 5

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Jumat, 11 Maret 2016

Sruput Makna: Cara Nikmat Menyesap Sebuah Makna



Belajar dari Hatta 

Bung Hatta, demikian sapaan akrab sang proklamator kemerdekaan Indonesia. Pria yang bernama asli Mohammad Athar ini lahir di Bukit Tinggi, Sumatra Barat, 12 Agustus 1902. 

Bung Hatta adalah tokoh yang dikenal memiliki kecerdasan yang luar biasa dan wawasan yang sangat luas. Bagaimana tidak, hampir sepanjang hidupnya dihabiskan untuk bergelut dengan buku.
Baginya membaca adalah bernafas, tanpa membaca manusia akan sesak lalu mati tanpa makna. Terkait Hatta dan buku, ada sebuah kisah parody menarik dan lucu yang menggambarkan keduanya, kisah itu terkenal dengan judul 16 Peti Buku. 
Bung Hatta (source:profil.merdeka.com)

Kisah yang menceritakan tentang 16 peti buku koleksinya yang ia bawa dari Belanda, lalu ke Jakarta, diangkut lagi ke Boven Digul ketika dibuang ke sana, masih tak luput dibawa ketika dipindah-buangkan ke Banda Neira, kembali lagi ke Jakarta, dan kemudian ke Bangka.
Saking banyaknya, ketika baru tiba di Digul, teman sesama buangan, Moh. Bondan namanya, sampai tak tahan berseru: “Anda ke sini dibuang atau mau buka toko buku?” 16 peti buku! Jangan berani ceramahi Bung Hatta soal berpergian enteng. 

Bung Hatta juga dikenal karena hidupnya yang sangat sederhana dan berprinsip bahwa takwa harus memancar dalam tindakan. Ketakwaan beliau membuatnya menjadi pribadi yang amanah, jujur, dan bersih.
Semasa menjababat sebagai Wakil Presiden, Bung Hatta mempunyai sebuah keinginan, beliau ingin memiliki sepatu Bally. Pada tahun 1950-an, Sepatu Bally adalah sebuah merek sepatu bermutu tinggi yang diinginkan banyak orang, termasuk Bung Hatta. 

Ia kemudian menyimpan guntingan iklan yang memuat alamat penjualnya, lalu berusaha menabung agar bisa membeli sepatu idaman tersebut. Namun, uang tabungan tampaknya tidak pernah mencukupi karena selalu terambil untuk keperluan rumah tangga atau untuk membantu kerabat dan handai taulan yang datang kepadanya untuk meminta pertolongan. 

Padahal dengan status Wakil Presiden, mestinya bukan hal yang sulit bagi Bung Hatta untuk memanfaatkan posisinya tersebut agar dapat memiliki sepatu idamanya. Dia bisa meminta dibelikan oleh para duta besar atau pengusaha yang menjadi kenalanya, bahkan bisa saja mengambil dan menggunakan sisa dana taktis Wakil Presiden yang sebesar Rp. 25.000, pada masa itu uang dengan nominal tersebut sangat besar.
Namun bukan menggunakan uang tersebut, Bung Hatta malah meminta kepada bawahanya untuk mengembalikan dana taktis tersebut kepada Negara, Bagi Bung Hatta dana tersebut tetap bukan haknya dan suatu saat Negara. 

Alhasil hingga akhir hayatnya, pada tanggal 14 Maret 1980 beliau tidak kesampaian memenuhi keinginan sederhanaya memiliki sepatu Bally. Dan yang lebih mengharukan, guntingan gambar iklan sepatu tersebut masih tertempel didinding kamar sang guru bangsa Mohammad Hatta.
Begitu banyak pelajaran yang dapat digali serta begitu luas nilai-nilai yang dapat menginspirasi anak-anak bangsa dari hidup Bung Hatta, semoga kita dapat menggenggamnya dan ikut mengamalkanya. 

Salam Hangat, Divisi Intelektual Komunitas Pemuda Nusantara (PENA)
Top of Form
Bottom of Form
 Sruput Makna adalah artikel pendek inspiratif yang dikelola oleh div. Intelektual komunitas Pemuda Nusantara dan menjadi salah satu program rutin mingguan div. Intelektual.