Abstract
Every religion have concept of savior, and this concept
become inspiration into world of cinema, like as serial film Avatar The
Legend of Aang. One of concepts of savior which has similar story with this
film is concept of savior in Shia Imamiah. This article tell about comparation
between concept of savior in Shia Imamia and serial film Avatar The Legend
of Aang, started from identity of them, imamiah concept and avatar
cycle, occultation till the day which have been determined, the mission as a
savior and character of them.
Keyword: Imamah, avatar,
occultation, justice, balance, rescuing.
Abstraksi
Setiap agama memiliki konsep juru selamat, dan konsep
juru selamat ini menjadi inspirasi dalam dunia perfilman, seperti dalam Avatar
The Legend of Aang. Salah satu konsep juru selamat yang memiliki alur
cerita mirip dengan film ini adalah mazhab Syiah Imamiah. Tulisan ini membahas
tentang komparasi antara konsep juru selamat dalam Syiah Imamiah dan film
Avatar The Legend of Aang, mulai dari identitas siapa keduanya, konsep imamah
dan siklus avatar, kegaibannya hingga hari yang ditentukan, misi keduanya
sebagai juru selamat dan karakter keduanya.
Kata Kunci: Imamah, avatar, kegaiban,
keadilan, keseimbangan, penyelamatan.
Pendahuluan
Setiap manusia pasti mengiginkan kesempurnaan,
yang tercermin pada kehidupan yang dipenuhi oleh kesempurnaan dan kebahagiaan. Suatu
kempurnaan akan menjadi kesempurnaan jika kesempurnaan itu terwujud tidak hanya
dalam benak, tetapi juga dalam kenyataan. Kenyataan pun terhubung dengan apa
yang ada dalam benak. Seperti halnya air, jika tidak ada air maka tidak akan
ada yang namanya haus. Jika tidak ada makanan, maka tidak akan ada yang namanya
rasa lapar. Dan jika tidak ada reproduksi, maka tidak akan ada daya seksual. Dengan
dalil ini, harapan-harapan manusia akan
kesempurnaan sangat mungkin terwujud. Masa depan manusia akan dipenuhi oleh
kedamaian dan keadilan. Kondisi seperti ini akan terjadi melalui usaha manusia,
dan juga atas pertolongan Tuhan. pertolongan Tuhan itu termanifestasi pada apa
yang kita namakan juru selamat.
Sebagian
besar agama memiliki ajaran tentang konsep mesianisme atau juru selamat.
Seperti halnya lima agama besar, yaitu Islam, Yahudi, Kristen, Hindu dan
Buddha. Dalam Hinduisme, ajaran mesianisme ini terdapat dalam kitab Visnu
Purana, yang mengungkapkan bahwa akan muncul seorang “Kalki” atau
“Sang Penunggang” yang merupakan “the tenth avatar” atau inkarnasi
kesepuluh dari Wisnu di periode kali yoga atau era terburuk dari periode
sebelumnya. Kalki ini akan menumpas segala bentuk kejahatan dan
mengembalikan nilai-nilai kesucian. Di dalam Buddha disebutkan bahwa Siddharta
Gautama meramalkan datangnya seorang Budha selainnya yang akan datang di masa
yang akan datang. Budha ini bernama Metiaya yang berarti cinta. Metiaya
ini akan datang untuk menegakkan sebuah kerajaan ideal di muka bumi. Sebuah
kerajaan yang akan memerintah dengan keadilan dan penuh kedamaian. Kajian juru
selamat dalam pandangan Kristen dan Yahudi dapat kita temukan dalam kajian
Kristologi. Kristologi ini merupakan studi kritis para cendikiawan Islam
terhadap agama Yahudi dan Kristen, dimana ilmu ini berasal dari kata Kristos
yang berarti messiah (juru selamat). Jadi ilmu ini tidak terlepas dalam
kajian juru selamat.
Setiap
agama itu, walaupun memiliki keyakinan terhadap juru selamat, tetapi memiliki
perbedaan dalam beberapa aspeknya. Begitu pun dalam Islam yang berbeda dengan
agama-agama lain. Dalam Islam
sendiri terdapat perbedaan antara Sunni dan Syiah dalam meyakini konsep juru
selamat. Tetapi sebenarnya, menurut Penulis, perbedaan itu tidaklah terlalu
penting, karena tidak mengubah substansi dari konsep juru selamat itu sendiri.
Konsep juru selamat ini nampaknya mempengaruhi
dunia perfilman, yang menjadikan konsep juru selamat sebagai topik utamanya.
Salah satu film yang nampak memperlihatkannya adalah film serial Avatar: The
Legend of Aang. Dalam film ini, kita akan melihat nuansa filsafat —atau
lebih tepatnya ajaran filsafat— dalam bahasa yang dapat dipahami oleh orang
awam. Dalam tulisan ini Penulis berusaha untuk mengkomparasikan film Avatar
dengan konsep juru selamat yang ada dalam keyakinan Syiah Imamiah. Pendekatan
yang penulis gunakan adalah pendekatan paralel, karena Penulis tidak berusaha
untuk menyangkut pautkan keduanya, melainkan hanya untuk memperlihatkan
kesamaan demi memaknai konsep juru selamat itu sendiri.
Dalam rangka sistematisasi, Penulis membagi
tulisan ini menjadi lima topik. Pertama, Penulis akan menjabarkan siapa Imam
Mahdi dan Avatar. Kedua, makna menghilangnya Imam Mahdi dan Avatar Aang. Ketiga
adalah sistem imamah dan siklus avatar. Keempat adalah misi yang diembannya. Terakhir
adalah karakternya dalam menciptakan kedamaian.
Imam Mahdi dan Avatar
Imam Mahdi dalam pandangan Syiah
Imamiah berbeda dengan pandangan Sunni. Maka kita perlu tahu apa Imamah itu.
Imamah memiliki beberapa definisi:
1. Dalam konteks sosial, imamah adalah kepemimpinan
dalam suatu masyarakat, Imamah jenis ini juga diakui oleh Sunni, dimana imam
mengurus hal-hal administratif dan politis. Dalam Sunni, istilah yang digunakan adalah khilafah.
2. Dalam konteks religius, imamah adalah kepemimpinan
dalam keilmuwan Islam, dimana imam mendapat ilmu dengan cara yang gaib dan
rahasia. Ilmu ini diturunkan turun-temurun dari imam sebelumnya kepada imam
berikutnya.
3. Dalam konteks irfan, imamah adalah kepemimpinan yang bersifat
spiritual atau yang lebih kita kenal dengan istilah al-walayah. Dalam
setiap zaman ada manusia sempurna yang memiliki segala kualitas manusia. Tidak
ada zaman yang di dalamnya tidak terdapat seorang wali sempurna atau yang biasa
sering kita sebut wali quthb. Keduabelas imam diyakini sebagai wali
quthb pada setiap zaman yang berbeda.
Jadi, Imamah dalam pandangan Syiah Imamiah
memiliki makna majemuk, yaitu bisa dalam segi kepemimpinan politis, keilmuwan maupun spiritual. Imamah
sendiri berbeda dengan nubuwah. Kenabian berakhir pada nabi Muhammad, sedangkan
kepemimpinan tidaklah berakhir. Tugas seorang nabi adalah menunjukkan jalan
yang benar dan menyampaikan risalah, sedangkan tugas seorang imam adalah
mengawasi dan membimbing
orang-orang yang menerima kepemimpinannya. Nabi Muhammad adalah seorang nabi
sekaligus imam. Dalam konteks ini, para imam melanjutkan kepemimpinan Nabi
saw., dan kepemimpinan itu bukanlah atas kesepakatan manusia, melainkan karena
ditunjuk oleh Nabi atas perintah Allah.
Pandangan seperti itu sesuai dengan konsep walayah
(kewalian) dalam Irfan. Kewalian adalah kemuliaan dari Allah yang
dianugerahkan kepada orang-orang tertentu yang menjadi pilihan-Nya.
Ada pun tugas seorang wali adalah
mengajak manusia untuk beriman kepada Allah, mengikuti syariat seorang rasul, dan
membimbing umat manusia supaya memahami dan menerapkan syariat yang dibawa oleh
rasul.
Terlepas dari apakah konsep imamah mempengaruhi walayah atau sebaliknya,
keduanya sama-sama mengisyaratkan adanya kepemimpinan yang membimbing umat
manusia ke jalan yang benar.
Dalam Syiah Imamiah, Imam Mahdi adalah imam
terakhir yang bernama Muhammad ibn Hasan al-Askari. Dikenal dengan panggilan
Abu al-Qasim, al-Qaim, atau Muhammad al-Muntazhar dan bergelar al-Mahdi. Imam Mahdi
lahir di Samarrah pada tahun 256 H/856 M.
Dia adalah imam yang diyakini menjadi juru selamat dalam Syiah Imamiah. Dia
adalah insan kamil yang maksum, yang akan membimbing umat ke jalan yang benar
dengan keadilannya.
Secara etimologi avatar berarti descent atau
turun. Avatar merupakan konsep juru selamat dalam Hinduisme, yang berarti bahwa
film ini mengambil judulnya dari ajaran Hinduisme tentang juru selamat. Turun di sini dapat diartikan
turun dari langit (heaven) ke bumi. Jadi, secara terminologi avatar berarti
turunnya sesosok penyelamat dari langit ke bumi. Avatar ini dipahami sebagai
manifestasi dari Wisnu. Sebagaimana kata Wisnu dalam Bhagavadgita, “Whenever
righteousness wanes and unrighteousness increases, I send myself forth”.
Dalam film, avatar adalah manusia sempurna
yang mampu mengendalikan empat elemen alam yang melambangkan keseimbangan. Keempat
elemen itu adalah udara, air, tanah dan api, yang masing-masing
memiliki makna tersendiri. Avatar ada
pada setiap zaman. Dia bereinkarnasi dari satu bangsa ke bangsa lain. Dalam
film ini avatar yang terpilih adalah Aang, yang merupakan pengendali angin.
Avatar sebelum Aang adalah Roku, yang merupakan pengendali api. Problem dari
kedua avatar itu adalah kerajaan api yang mulai melakukan invansi dan merusak
keseimbangan dunia.
Sistem Imamah dan Siklus
Avatar
Dalam
Syiah Imamiah, kepemimpinan tidaklah bersiklus, melainkan berakhir pada imam ke-12 yaitu Muhammad al-Muntazhar. Para imam yang berjumlah 12 ada pada setiap zaman, dimana setiap zaman itu
terdapat kezaliman. Para imam bertugas untuk membimbing manusia ke jalan yang
benar dan menghilangkan kezaliman itu. Sejarah telah membuktikan bahwa manusia
mengabaikan pembimbing tersebut, sehingga tercatat bahwa banyak dari para imam
yang dibunuh oleh penguasa. Semua ini disebabkan oleh daya ghadab yang
berlebihan dari para penguasa, sehingga rasa ingin menguasai mendominasi rasa
keadilan dalam dirinya. Perbedaannya dengan Nabi adalah jika Nabi memiliki hubungan
langsung dengan Allah, maka imam ditunjuk oleh Nabi atas perintah-Nya. Keduanya ditunjuk bukan atas pilihan
manusia.
Jika
konsep imamah terbatas pada keduabelas imam, maka dalam avatar jumlah tidak
terbatas. Avatar Roku mengatakan kepada master Jeong Jeong, “Aku telah
menguasai elemen seribu kali dalam seribu kehidupan. Sekarang aku harus
melakukannya sekali lagi”.
Karena konsep avatar adalah reinkarnasi, maka ketika seorang avatar mati, ia
akan terlahir kembali dalam bangsa yang berbeda. Reinkarnasi itu membentuk
siklus yang berputar dalam keempat elemen, yaitu udara, air, tanah dan api.
Avatar sebelum Aang adalah Roku yang merupakan pengendali api. Avatar sebelum
Roku adalah Kyoshi yang merupakan pengendali tanah. Siklusnya seperti itu dari
awal adanya avatar hingga akhir, kecuali jika siklus itu rusak.
Avatar
tidak dipilih atas pilihan manusia, melainkan reinkarnasi berjalan sesuai
siklus yang ditentukan oleh alam semesta (cosmic energy). Alam semesta adalah sesuatu yang dijunjung
tinggi. Dalam film avatar terkandung panteisme, dimana alam semesta adalah
Tuhan, dan Tuhan adalah alam semesta. Begitu pun dalam Imamah yang monoteisme,
imam dipilih oleh Nabi atas perintah Allah. Keduannya, yakni imam dan avatar,
tidak dipilih atas kesepakatan manusia, karena kesepakatan manusia memiliki banyak kekurangan. Dan tentu, semua
manusia tidak akan sepakat dalam menentukan suatu pilihan, karena perbedaan
adalah niscaya. Maka Allah menurunkan Imam Mahdi sebagai pemersatu umat, begitu
pun kekuatan kosmik memilh avatar sebagai penyeimbang dunia.
Makna Menghilangnya Imam Mahdi dan Avatar Aang
Ketika avatar Roku bereinkarnasi dalam hidup Aang,
maka Aang menjadi penerus dari Roku. Sebagai avatar, Aang harus menghadapi negara api dan mengatasi keidakseimbangan yang
disebabkan olehnya. Tetapi di saat
dunia membutuhkannya, dia menghilang. Menghilangnya Aang secara historis
disebabkan oleh rasa sedih dan kecewanya Aang kepada gurunya yang membedakannya
dengan anak-anak lain dan memisahkannya dengan biksu Gyatso. Aang tidak
menerima takdirnya sebagai Avatar, karena takdir ini merusak kebahagiaannya.
Maka dia kabur dari kuil dan ditelan badai. Saat ditelan badai, dia
mengeluarkan energi spiritualnya yang menghasilkan pengendalian air untuk
membekukan dirinya dan Appa (bison terbangnya). Hingga seratus tahun kemudian
dia ditemukan oleh Katara dan Sokka dalam sebuah bongkahan es, yang menandakan
misinya sebagai sang penyelamat dimulai.
Menghilangnya
Aang jika kita tinjau secara spiritual akan bermakna lain. Menghilangnya Aang
pada saat itu adalah sesuatu yang tepat, atau dapat dikatakan bahwa ini
merupakan takdir yang dimiliki oleh avatar Aang. Tak lama setelah Aang
menghilang, kuil tempat Aang belajar dimusnahkan oleh negara api. Jika Aang tidak menghilang dan berada dalam
kuil, maka dapat diperkirakan Aang pun akan mengalami nasib yang buruk, karena
seorang avatar harus mendewasakan diri terlebih dahulu secara psikis dan fisik
untuk mengendalikan kekuatan yang dahsyat dalam dirinya. Kenyataannya, pada waktu itu Aang belum siap. Karena Aang menghilang, maka dia selamat dari serangan negara api. Di saat Aang menghilang negara api melakukan invasi
terus-menerus, menjajah dan merampas kebebasan masyarakat negeri lain. Dengan begitu, saat kemunculannya, avatar benar-benar dinantikan untuk
dapat menyelamatkan dunia. Aang datang pada waktu yang tepat untuk mendamaikan
dunia, yaitu pada saat dunia memang benar-benar membutuhkannya.
Hal
serupa dikatakan dalam riwayat terjadi pada Imam Mahdi. Imam Mahdi yang telah
lahir pada tahun 256 H juga mengalami kegaiban (occultation). Kehidupan
Imam Mahdi dapat dibagi menjadi empat fase:
1. Ketika Imam Mahdi masih dalam naungan ayahnya,
sejak kelahirannya pada tahun 256 H hingga 260 H. Pada fase ini, mulai dari
kelahirannya, Imam Mahdi dirahasiakan keberadaannya. Hanya segelintir orang
saja yang dapat menemuinya. Hal ini disebabkan oleh ancaman para penguasa atas
para imam, seperti yang dikatakan ayah Imam Mahdi sendiri;
“Bani Umayah dan Bani Abbas meletakkan pedang-pedang mereka pada kami karena dua sebab. Pertama,
mereka mengetahui bahwa mereka tidak memiliki hak atas khilafah, maka mereka
takut atas pengakuan kami atas khilafah dan kekhilafahan tetap berada pada
pusatnya. Kedua, mereka mengetahui dari sumber-sumber yang mutawatir mengenai
kehancuran yang zalim dan sewenang-wenang melalui tangan al-Qaim dari keluarga
kami. Mereka berupaya membunuh Ahl al-Bait dan memutus garis keturunannya agar
mereka dapat mencegah kelahiran al-Qaim atau membunuhnya…”
2. Kehidupan Imam Mahdi sejak ayahnya wafat (260 H)
hingga 329 H. setelah ayahnya wafat, Imam Mahdi menjadi imam keduabelas, Imam
Mahdi mendapatkan perintah dari Allah untuk menghilang (occultation).
Pada fase ini, menghilangnya Imam Mahdi tidak terjadi secara total, karena beliau
masih dapat dihubungi oleh wakil-wakilnya. Hal ini nampak pada banyaknya
risalah-risalah yang dikeluarkan imam tentang berbagai topik, yang disampaikan
melalui wakilnya. Wakilnya adalah Utsman ibn Sa`id, Muhammad ibn Utsman, Abu
al-Qasim Husain ibn Ruh, dan Ali ibn Muhammad Simmari.
Fase ini adalah barzakh (peralihan) antara masa kehidupan ayahnya dan kegaiban
panjangnya.
3.
Menghilangnya Imam Mahdi sejak kematian wakil
keempatnya pada 329 H, Syekh Ali ibn Muhammad Simmari, hingga hari
kemunculannya kelak. Kegaiban ini terjadi karena beberapa sebab. Pertama,
karena ketidaksiapan umat menerima misi atau syariat Allah. Kegaiban Imam Mahdi
memberikan kesempatan umat untuk menyempurnakan persiapannya. Kedua, karena untuk
menjaga keamanan Sang Imam, agar tidak seperti pendahulunya yang tidak wafat
kecuali dengan pedang atau racun. Ketiga, kehadiran atau kemunculan Imam Mahdi
harus dihindari sebelum sempurnanya kondisi yang dibutuhkan untuk sebuah
gerakan reformasi kebaikan terbesar.
Ada pun hikmah kegaiban Sang Imam ini tidaklah akan diketahui sebelum
kemunculannya.
4. Kemunculan Imam Mahdi sejak berakhirnya masa
kegaiban panjang.
Ada kesamaan corak antara menghilangnya Avatar dan
Imam Mahdi. Sebab dari keduanya itu adalah karena ketidaksiapan. Avatar belum siap karena belum mampu menguasai
keempat elemen dan tidak adanya sahabat yang membantunya. Setelah menghilang,
barulah ia belajar pengendalian air, tanah dan api, juga bertemu dengan teman
seperjuangan yang siap membelanya sampai mati. Begitu pun Imam mahdi, dia
menghilang karena ketidaksiapan umat dalam pergerakan menghilangkan kezaliman
di muka bumi. Karena ketidaksiapan umat untuk membelanya sampai mati, maka
kehadiran Sang Imam akan mengancam jiwanya sendiri. Jadi, menghilangnya Imam
Mahdi tak lain demi keberhasilan
penegakan keadilan itu sendiri.
Adapun hikmah menghilangnya avatar, dapat kita
temukan pada episode menjelang akhir, dimana Zuko, pangeran negara api, bergabung dengan avatar. Dan bertepatan dengan turunnya komen Sozen
yang menjadi klimaks dari kekuatan negara api dalam invasi, juga menjadi klimaks dari penegakan
kedamaian. Tugas avatar adalah menyeimbangkan dunia, atau lebih tepatnya empat
kerajaan, sehingga setiap kerajaan tetap harus memiliki pemimpin masing-masing.
Kehadiran avatar setelah kegaibannya juga berperan dalam membentuk pribadi
Zuko, sang pangeran negara api. Ketika komet Sozen jatuh dan negara api memulai penyerangan, sang
avatar (Aang) dengan kekuatan luar biasa yang dibantu oleh teman-teman seperjuangannya,
mampu mengalahkan raja api dan pasukannya. Lalu bagaimana negara api? Tentu berakhirlah masa penjajahan negara api. Tetapi bukan berarti misi Aang adalah untuk
menghancurkan negara api, melainkan
untuk menyeimbangkannya. Jadi negara api tetap ada. Maka dibutuhkan pemimpin baru yang adil bagi negara api, dan itu adalah Zuko. Maka di akhir cerita
dunia menjadi seimbang kembali dengan sempurna karena Aang muncul di waktu yang
tepat. Adapun hikmah kegaiban Imam Mahdi akan tersingkap pada saat
kemunculannya, seperti dalam film avatar.
Misi Imam Mahdi dan Avatar Aang
sebagai Juru Selamat
Imam Mahdi disebut juga al-Qaim. Al-Qāim berasal
dari kata qāma yang berarti berdiri atau tegak. Al-Qaim dapat diartikan
sebagai seseorang yang bangkit. Imam Mahdi sebagai al-Qaim adalah seseorang
yang akan bangkit untuk menindak dan menuntut balas, memenuhi bumi manusia
dengan keadilan dan kebenaran sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan
kalaliman dan kebatilan. Tugas Imam Mahdi bukan lagi untuk mengajarkan,
melainkan menghakimi dan menindak tegas semua bentuk pelanggaran. Tugas lain
dari Imam Mahdi adalah membuka pikiran manusia mengenai alam-alam lain. Imam akan
menyingkapkan belenggu-belenggu yang selama ini mengekang kesadaran manusia
akan kehidupan gaib yang tidak terindra.
Imam
Mahdi memiliki tugas yang lebih berat dari imam-imam terdahulu. Jika para imam
bertugas untuk membimbing manusia, maka Imam Mahdi
adalah menghakimi dan menindak tegas semua bentuk kezaliman. Maka sudah tentu
Imam Mahdi adalah seseorang yang memiliki kemampuan luar biasa dan pengikut
setia yang akan menemaninya dalam rangka menegakkan keadilan. Imam Mahdi juga
adalah perantara antara kehidupan duniawi dan ukhrawi. Seperti para nabi yang
menjadi penghubung antara manusia dengan Tuhan, Imam Mahdi bertugas untuk
membimbing manusia untuk mencapai Kebenaran tertinggi.
Avatar
Aang juga memiliki tugas yang serupa dengan Imam Mahdi. Tetapi tidak seperti
Imam Mahdi yang juga bertugas untuk membimbing manusia untuk mencapai Kebenaran
teringgi, avatar hanya bertugas untuk menyelamatkan dunia dari kekacauan yang
berarti hanya dalam wilayah duniawi. Seperti perkataan avatar Yangchen kepada
Aang saat dia ragu untuk membunuh raja api,
“Banyak pengendali udara yang hebat dan bijak
telah terlepas dari diri mereka sendiri dan menerima pencerahan spiritual. Tapi
Avatar tidak pernah bisa melakukannya, karena tugas jiwamu adalah untuk dunia.
Inilah kebijaksanaan untukmu. Tugas tanpa pamrih membuatmu harus mengorbankan
kebutuhan spiritualmu sendiri dan melakukan apa pun yang diperlukan untuk
melindungi dunia.”
Tugas utama avatar Aang adalah untuk
menyeimbangkan dunia dengan menegakkan keadilan dan menumpas kezaliman yang
dilakukan oleh kerajaan api. Aang harus menyelamatkan dan melindungi dunia,
tetapi tidak berkewajiban membimbing manusia ke jalan spiritual, walaupun dia
sendiri mendapatkan pelajaran sebagai avatar melalui penyingkapan spiritual.
Di sini ada kesamaan antara Imam Mahdi dan Avatar
Aang. Keduanya bertugas untuk melawan kezaliman, kejahatan dan kelaliman, untuk
menciptakan dunia yang damai, adil dan seimbang. Kesamaaan ini juga terdapat
pada konsep juru selamat yang lain seperti avatar Kalki atau Isa
al-Masih, karena pada dasarnya juru selamat hadir untuk menyelamatkan dunia,
walaupun dalam berbagai versi.
Karakter Imam Mahdi dan Avatar Sebagai Manusia
Sempurna
Dalam
menciptakan kedamaian, Aang harus mampu mengendalikan keempat elemen, yakni
udara, air, tanah dan api. Masing-masing dari empat elemen ini memiliki makna
tersendiri. Air itu sejuk dan mengalir. Sejuk melambangkan rasa persatuan dan
kepedulian terhadap sesama. Mengalir melambangkan perubahan. Bumi itu mantap
dan stabil yang melambangkan kekokohan atau pendirian yang kuat. Udara adalah
elemen kebebasan. Elemen ini melambangkan pelepasan terhadap ‘kemelekatan’ atau
kekhawatiran duniawi dan menemukan kedamaian dan kebebasan. Api adalah elemen
kekuatan. Api itu hidup dan dapat tumbuh tanpa dikendalikan. Api dapat membawa kehancuran, tidak seperti air
yang membawa kehidupan, tanah yang membawa keseimbangan dan udara yang membawa
kebebasan. Tetapi api juga adalah energi dan kehidupan itu sendiri. Layaknya
matahari, tetapi ada di dalam diri.
Menguasai keempat elemen bukan semata-mata
mengendalikan keempat unsur secara fisik. Lebih dari itu, pengendalian keempat
unsur melambangkan pengendalian diri, seperti pengendalian amarah, rasa takut, kesenangan, kesedihan, rasa malu,
kekuatan, cinta, kebenaran, kesadaran dan kerelaan. Karena sebelum
menyeimbangkan dunia, Aang haruslah mencapai keseimbangan dalam dirinya. Menguasai
keempat elemen akan membuatnya menjadi satu kesatuan yang utuh. Pemisahan atas
keempat elemen adalah khayalan. Sesuatu yang nampak terpisah dan berbeda
sebenarnya satu dan sama. Udara, air, tanah dan api yang berbeda tak lain
hanyalah menunjukkan satu realitas yang sama melalui berbagai sisi. Pada zaman
sebelum avatar, pengendalian tidak berlaku kepada empat elemen, melainkan
pengendalian energi yang ada dalam diri. Untuk mengendalikan energi, jiwa
manusia sendiri harus dapat dikendalikan.
Jadi karakter avatar sebagai manusia sempurna ada pada pengendalian diri. Ini
merupakan ajaran dalam Filsafat Timur.
Imam Mahdi membawa misi untuk menciptakan
kedamaian dan menegakkan keadilan di muka bumi. Seperti apa yang Rasulullah
katakan, “Dia akan memenuhi bumi dengan keadilan setelah disesaki oleh
kezaliman.” Maka apa itu
keadilan dan kezaliman? Menurut Murtadha Muthahhari, keadilan dapat ditinjau
dari empat sisi. Pertama adalah seimbang, bahwa sesuatu harus proporsional, yang bukan
berarti sama rata. Lawan kata dari
keadilan yang pertama ini adalah ketidakseimbangan. Kedua adalah persamaan dan
nondiskriminasi, bahwa tidak dibenarkan perlakuan yang berbeda karena alasan
perbedaan latar belakang seperti ras dan agama. Ketiga adalah hak dan
prioritas, bahwa ada perbedaan khusus bagi orang-orang tertentu sesuai karakter
khasnya ataupun kebutuhannya. Keempat adalah pelimpahan wujud berdasarkan
tingkat dan kelayakan, yang berarti keadilan dipengaruhi oleh kualitas
individu.
Keadilan adalah syarat mutlak bagi manusia
sempurna. Murtadha Muthahhari membedakan kata ‘sempurna’ (kamil) dan
‘lengkap’ (tamam). Manusia lengkap mengacu pada pada aspek lahiriahnya.
Sedangkan manusia sempurna mengacu pada aspek rohani, yakni spiritualitas dan
intelektualitas. Manusia sempurna adalah
manusia yang mengembangkan semua kualitas di dalam dirinya, baik itu akal dan
intuisi, secara seimbang.
Karakter Imam Mahdi dalam melaksanakan misinya
adalah kesempurnaannya. Kesempurnaannya adalah keadilan itu sendiri.
Keseimbangan dalam avatar serupa dengan konsep adil dari segi pertama.
Bahwa sebagai manusia sempurna avatar mampu menyeimbangkan empat elemen yang
melambangkan kualias-kualitas dalam diri. Begitu juga Imam Mahdi sebagai
manusia sempurna memiliki kualitas yang seimbang, baik secara spiritual maupun
intelektual. Keseimbangan avatar secara lebih lanjut dijabarkan sebagai
pengendalian diri atas keempat elemen yang ada dalam diri. Jika kita tarik dari
pernyataan adil dan lawan katanya, maka kita akan menemuka hal yang serupa.
Adil, dalam pengertian selain yang pertama, adalah lawan dari kata zalim. Zalim diartikan sebagai tindakan melampaui batas. Lawan dari tindakan
melampaui batas adalah tindakan yang tercipta dari pengendalian diri (kesadaran
atau awareness). Maka dari itu, keadilan Imam Mahdi
sebagai manusia sempurna dapat dipahami sebagai pengendalian diri.
Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat kita simpulkan bahwa
ada kesamaan antara konsep juru selamat perspektif Syiah Imamiah dan film
serial Avatar The Legend of Aang, terlepas apakah konsep dalam Syiah
mempengaruhi produksi film ini. Pertama adalah keduanya sebagai sosok juru selamat. Imam Mahdi dan Avatar
sama-sama merupakan pemimpin yang dinantikan. Mereka adalah Sang Penyelamat
dunia yang ada di ambang kehancuran. Kedua, mereka tidak terpilih berdasarkan
kesepakatan manusia, melainkan terpilih oleh kekuatan ilahi (divine energy).
Imam Mahdi dipilih Nabi atas perintah Allah, dan Avatar terpilih oleh alam
semesta (cosmic energy). Ketiga, keduanya sama-sama menghilang
dan akan muncul pada hari yang telah ditentukan. Menghilang ini memiliki sebab
dan tujuan, yakni karena ketidaksiapan dan untuk menyempurnakan persiapan dalam
menyelesaikan misi. Keempat, keduanya memiliki misi utama yang serupa. Jika
Imam Mahdi bertugas untuk menegakkan keadilan, maka Avatar bertugas untuk menyeimbangkan
dunia. Terakhir, keduanya sama-sama mencerminkan sosok manusia sempurna. Imam
Mahdi dengan keadilannya, dan Avatar dengan keseimbangannya.
Dalam agama, biasanya konsep juru selamat disampaikan dengan bahasa yang
jelas dan gamblang. Sehingga tidak ada lagi interpretasi dari cerita tersebut.
Sedangkan dalam film, cerita dapat dipahami secara gamblang oleh orang awam,
tetapi juga dapat ditafsirkan untuk mendapatkan makna yang lebih dalam. Dengan komparasi seperti ini, bisa kita dapatkan
bahwa akan lebih menarik jika konsep juru selamat disajikan dalam film, dan
cerita sebuah film dimaknai melalui suatu ajaran tertentu. Hal ini tak lain dan tak
bukan merupakan usaha dalam rangka mewarnai sejarah pemikiran dan kreasi
manusia.
Ahlul Bait Assembly, al-Imam al-Mahdi, diterjemahkan oleh Ahmad Ghazali
(Jakarta: al-Huda, 2007) hal. 157-158